SELAMAT DATANG DIBLOG SMPN 15 BANJARMASIN

Kamis, 16 Juni 2011

ULANGAN AKHIR SEMESTER 2010/2011

gambar ruang H Ulangan Akhir Semester (UAS) se Kota Banjarmasin, pada hari ini sudah memasuki hari ke Lima (dimulai pada hari Sabtu tanggal 11 Juni 2011 hingga sekarang tanggal 16 Juni 2011dan akan berakhir nanti tanggal 20 Juni 2011 mendatang) terlihat semangat dari peserta didik masih terlihat prima seperti yang anda lihat dalam gambar (siswa SMPN 15 Bjm kelas 8 di ruang H). Hari ini mereka mengerjakan soal PPKn yang jumlah soalnya sebanyak 50 soal dalam bentuk multiple choice, mudah-mudahan dalam UAS kali ini di Kota Banjarmasin tidak terjadi acara Contek masal yang kita lihat akhir-akhir ini di media elektronik (televisi), dan mudah-mudahan nilai mereka adalah nilai murni bukan hasil dari kerja gotong royong di ruang tes….

Semoga dunia pendidikan kita bisa melangkah ke arah yang lebih bijak dan lebih baik lagi, itulah harapan kita bersama….maju terus dunia pendidikan Indonesia….Singkirkan kutu-kutu yang ada disyapmu..terbang-terbanglah tinggi garudaku bawa pendidikan Indonesia ke langit biru yang tinggi di persada tanah airku…..Indonesa tercinta.

Rabu, 15 Juni 2011

SEKOLAH YANG EFEKTIF

Sekolah yang efekif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut:
1. Memiliki proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi.
Sekolah yang menerapkan MPMBS memiliki efektivitas proses . belajar mengajar (PBM) yang tinggi. Ini ditunjukkan oleh sifat PBM yang menekankan pada pemberdayaan peserta didik. PBM bukan sekadar memorisasi dan recall, bukan sekadar penekanan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang diajarkan (logos), akan tetapi lebih menekankan pada intemalisasi tentang apa yang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani clan dihayati (ethos) serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari­hari oleh peserta didik (pathos). PBM yang efektif juga lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know), belajar bekeria (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).
2. Kepemimpinan sekolah yang kuat
Pada sekolah yang menerapkan MPMBS, kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, clan menyerasikan semua sumberdaya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif/prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah. Secara umum, kepala sekolah tangguh memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya sekolah, terutama sumberdaya manusia, untuk mencapai tujuan sekolah.
3. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
Sekolah memiliki lingkungan (iklim) belajar yang aman, tertib, dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman (enjoyable learning). Karena itu, sekolah yang efektif selalu menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, tertib melalui pengupayaan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan iklim tersebut. Dalam hal ini, peranan kepala sekolah sangat penting sekali.
4. Pengelolaan tenaga kependiikan yang efektif
Tenaga Kependidikan, terutama guru, merupakan jiwa dari sekolah. Sekolah hanyalah merupakan wadah. Sekolah yang menerapkan MPMBS menyadari tentang hal ini. Oleh karena itu, pengelolaan tenaga kependidikan, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja, hingga sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala sekolah.
Terlebih-lebih pada pengembangan tenaga kependidikan, ini harus dilakukan secara terus-menerus mengingat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat. Pendeknya, tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menyukseskan MPMBS adalah tenaga kependidikan yang mempunyai komitmen tinggi, selalu mampu dan sanggup menjalankan tugasnya dengan baik.
5. Sekolah memiliki budaya mutu
Budaya mutu tertanam di sanubari semua warga sekolah, sehingga setiap perilaku selalu didasari oleh profesionalisme. Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut: (a) informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengadili/ mengontrol orang; (b) kewenangan harus sebatas tanggungjawab; (c) hasil harus diikuti penghargaan (rewards) atau sanksi (pun­ishment); (d) kolaborasi dan sinergi, bukan kompetisi, harus merupakan basis untuk kerjasama; (e) warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya; (f) atmosfir keadilan (fairness) harus ditanamkan; (g) imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaannya; dan (h) warga sekolah merasa memiliki sekolah.
6. Sekolah memiliki”teamwork” yang kompak, cerdas, dan dinamis
Kebersamaan (teamwork) merupakan karakteristik yang dituntut oleh MPMBS, karena output pendidikan merupakan hasil kolektif warga sekolah, bukan hasil individual. Karena itu, budaya kerjasama antar fungsi dalam sekolah, antar individu dalam sekolah, harus merupakan kebiasaan hidup sehari-hari warga sekolah.
7. Sekolah memiliki kewenangan (kemandirian)
Sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan yang terbaik bagi sekolahnya, sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan dan kesanggupan keda yang tidak selalu menggantungkan'p'ada atasan. Untuk menjadi mandiri, sekolah harus memiliki sumberdaya yang cukup untuk menjalankan tugasnya.
8. Partisipasi yang tinggi dai warga sekolah dan masyarakat
Sekolah yang menerapkan MPMBS memiliki karakteristik bahwa partisipasi warga sekolah dan masyarakat merupakan bagian kehidupannya. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa makin tinggi tingkat partisipasi, makin besar rasa memiliki; makin besar rasa memiliki, makin besar pula rasa tanggungjawab; dan makin besar rasa tanggungjawab, makin besar pula tingkat dedikasinya.
9. Sekolah memilikiketerbukaan (transparansi) manajemen
Keterbukaan/transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan karakteristik sekolah yang menerapkan MPMBS. Keterbukaan/ transparansi ini ditunjukkan dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, penggunaan uang, dan sebagainya, yang selalu melibatkan pihak-pihak terkait sebagai alas kontrol.
10. Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik)
Perubahan harus merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua warga sekolah. Sebaliknya, kemapanan merupakan musuh sekolah. Tentu saja yang dimaksud perubahan adalah peningkatan, baik bersifat fisik maupun psikologis. Artinya, setiap dilakukan perubahan, hasilnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya (ada peningkatan) terutama mute peserta didik.
11. Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
Evaluasi belajar secara teratur bukan hanya ditujukan untuk mengetahui tingkat daya serap dan kemampuan peserta didik, tetapi yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan hasil evaluasi belajar tersebut untuk memperbaiki dan menyempurnakan proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, fungsi evaluasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik clan mutu sekolah secara keseluruhan clan secara terns menerus.
Perbaikan secara terns-menerus harus merupakan kebiasaan warga sekolah. Tiada hari tanpa perbaikan. Karena itu, sistem mutu yang baku sebagai acuan bagi perbaikan harus ada. Sistem mutu yang dimaksud harus mencakup struktur organisasi, tanggungjawab, prosedur, proses clan sumberdaya untuk menerapkan manajemen mutu.
12. Sekolah responsive dan antisipatif terhadap kebutuhan
Sekolah selalu tanggap/responsif terhadap berbagai aspirasi yang muncul bagi peningkatan mutu. Karena itu, sekolah selalu membaca lingkungan dan menanggapinya secara cepat dan tepat. Bahkan, sekolah ticlak hanya mampu menyesuaikan terhadap perubahan/tuntutan, akan tetapi juga mampu mengantisipasi hal­hal yang mungkin bakal terjadi. Menjemput bola, adalah padanan kata yang tepat bagi istilah antisipatif.
13. Memiliki komunikasi yang baik
Sekolah yang efektif umumnya memiliki komunikasi yang balk, terutama antar warga sekolah, dan juga sekolah-masyarakat, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing warga sekolah dapat diketahui. Dengan cara ini, maka keterpaduan semua kegiatan sekolah dapat diupayakan untuk mencapai tujuan clan sasaran sekolah yang telah dipatok. Selain itu, komunikasi yang balk juga akan membentuk teamwork yang kuat, kompak, clan cerdas, sehingga berbagai kegiatan sekolah dapat dilakukan secara merata oleh warga sekolah.
14. Sekoalh memiliki akuntabilitas
Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan sekolah terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Akuntabilitas ini berbentuk laporan prestasi yang dicapai clan dilaporkan kepada pemerintah, orangtua siswa, clan masyarakat. Berclasarkan laporan hasil program ini, pemerintah dapat menilai apakah program MPMBS telah mencapai tujuan yang clikenclaki atau tidak. Jika berhasil, maka pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada sekolah yang bersangkutan, sehingga menjadi faktor pendorong untuk terns meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang. Sebaliknya jika program tidak berhasil, maka pemerintah perlu memberikan teguran sebagai hukuman atas kinerjanya yang dianggap tidak memenuhi syarat.
Demikian pula, para orangtua siswa dan anggota masyarakat dapat memberikan penilaian apakah program ini dapat meningkatkan prestasi anak-anaknya secara individual dan kinerja sekolah secara keseluruhan. Jika berhasil, maka orangtua peserta didik perlu memberikan semangat dan dorongan untuk peningkatan program yang akan datang. Jika kurang berhasil, maka orangtua siswa dan masyarakat berhak meminta pertanggungjawaban dan penjelasan sekolah atas kegagalan program MPMBS yang telah dilakukan. Dengan cara ini, maka sekolah tidak akan main-main dalam melaksanakan program pada tahun-tahun yang akan datang.
15. Sekolah memiliki kamampuan menjaga sustainabilitas
Sekolah yang efektif juga memiliki kemampuan untuk enjaga kelangsungan hidupnya (sustainabilitasnya) baik alam program maupun pendanaannya. Sustainabilitas program dapat dilihat dari keberlanjutan program-program ang telah dirintis sebelumnya dan bahkan berkembang menjadi program-program barn yang belum pernah ada sebelumnya. Sustainabilitas pendanaan dapat ditunjukkan oleh kemampuan sekolah dalam mempertahankan besarnya dana yang dimiliki dan bahkan makin besar jumlahnya. Sekolah memiliki kemampuan menggali sumberdana dari masyarakat, dan tidak sepenuhnya menggantungkan subsidi dari pemerintah bagi sekolah-sekolah negeri.

Selasa, 14 Juni 2011

TATA TERTIB SISWA SMPN 15 BANJARMASIN

Dalam rangka bimbingan disiplin untuk mencapai tujuan pendidikan; memudahkan dan melancarkan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, membentuk watak dan kepribadian siswa menuju peningkatan Iman dan Taqwa; menanamkan dan mengamalkan 6 K (Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kerindangan, Kesehatan, Kekeluargaan), Tata Tertib ini agar selalu dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajar dilarang:
  1. Semua Pelajar, dilarang membawa SEPEDA MOTOR ke sekolah baik pada jam belajar maupun jam-jam ekstrakurikuler (merujuk., Peraturan Lalu Lintas).
  2. Dilarang membawa HP/Telpon seluler ke sekolah (merujuk: Surat Himbauan Walikota Banjar­masin)
  3. Semua Pelajar dilarang mencat/mewarnai rambut dengan warna selain hitam
  4. Pelajar Putri, dilarang memakai perhiasan yang berlebihan; memakai kosmetika yang tidak sesuai bagi pelajar (seperti kotek, pemerah bibir, eyeshadow dsb.), memakai rok di atas lutut.
  5. Pelajar Putra, dilarang memakai gelang, kalung, asesori apapun pada telinga yang tidak sesuai bagi siswa putra; dilarang rambut melebihi tengkuk (gondrong).
  6. Memakai sandal, sepatu tumit tinggi, lebar ikat pinggang tidak lebih 3 cm pada saat jam jam belajar
  7. Celana dan baju ketat, sehingga lekuk tubuh kelihatan; berkuku panjang baik tangan maupun kaki
  8. Membawa dan merokok, minuman keras, obat-obat terlarang/Obat daftar "G"
  9. Membawa senjata tajam, senjata api, dan alat-alat lain yang tidak ada hubungan dengan pelajaran
  10. Membawa, menyimpan, memperlihatkan gambar/buku/tulisan yang bersifat porno
  11. Membawa buku/majalah/brosur/alat lain yang tidak ada hubungan dengan pelajaran
  12. Membuat keributan, perkelahian, keonaran di lingkungan sekolah
  13. Memasuki ruangan guru, ruangan tata usaha, ruangan kepala sekolah dan ruangan-ruangan di sekolah yang tidak berkaitan dengan kegiatan siswa tanpa mendapat izin
  14. Membolos/meninggalkan sekolah pada waktu pelajaran berlangsung, tanpa memberi tahu pengawas
  15. Berada di dalam kelas waktu istirahat berlangsung
Kewajiban para siswa:
  1. Mematuhi seluruh tata tertib sekolah (tertulis maupun lisan) tanpa terkecuali
  2. Memakai seragam sekolah lengkap dengan atributnya, sepatu wama hitam
  3. Mematuhi nasihat ibu/bapak di rumah dan guru di sekolah
  4. Menjunjung tinggi nama baik sekolah, martabat siswa, guru, tenaga kependidikan baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
  5. Selalu melaksanakan ibadah sesuai agamanya masing-masing
  6. Selalu menjaga hubungan baik dengan guru, tenaga kependidikan, wali kelas, kepala sekolah
  7. Memberi khabar atas ketidakhadiran di sekolah, baik karena sakit, izin dengan surat orang tua
  8. Melapor kepada pengawas harian, untuk meninggalkan lingkungan sekolah pada saat pelajaran berlangsung dengan sebab apapun
  9. Selalu menjaga 6K di kelas maupun di lingkungan sekolah
  10. Selalu menjaga dan memelihara, kelengkapan belajar di kelasnya
  11. Mengikuti kegiatan OSIS dengan ikut aktif salah satu kegiatan yang dilaksanakan OSIS
Pelanggaran terhadap Tata Tertib ini bisa mendapat sanksi dikeluarkan dari sekolah.

MATEMATIKA KELAS 9 SMP ONLINE

Selamat Mencoba semoga berhasil >>>>>>>

  1. Silahkan Klik di sini>>>>>Latihan 1
  2. Silahkan Klik di sini>>>>>Latihan 2
  3. Silahkan Klik di sini>>>>>Latihan 3
  4. Silahkan Klik di sini>>>>>Latihan 4
  5. Silahkan Klik di sini>>>>>Latihan 5

Sabtu, 04 Juni 2011

PENGUMUMAN KELULUSAN 2010

Peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 sebanyak 184 siswa, dari jumlah keseluruhan itu ada satu siswa yang memang tidak mengikuti ujian dikarena siswa tersebut ke luar sebelum tanggal dan hari ujian di laksanakan sehingga dia tidak mempunyai nilai Ujian Nasional dan dapat dinyatakan siswa tersebut tidak lulus dalam ujian nasional.
Tingkat persentasi kelulusan untuk SMPN 15 Banjarmasin secara keseluruhan adalah sebesar 99,46%. Ini merupakan hasil yang menggembirakan pada tahun pelajaran ini, dikarenakan distribusi dari penyebaran perolehan nilai cukup merata di seluruh mata pelajaran yang diujikan secara nasional.
Untuk lebih lengkapnya hasil dan kalkulasi perolehan nilai Ujian Nasional (UN) dapat diliat pada table di bawah ini:
NILAI Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA
Klasifikasi B A A A
Rata-rata 7,45 8,78 8,69 8,59
Terendah 4,40 6,60 5,75 6,50
Tertinggi 8,60 9,60 10 9,75
Std.Deviasi 0,73 0,62 0,83 0,64
Peringkat empat besar untuk SMPN 15 Banjarmasin pada tahun pelajaran ini menurut nilai UN adalah:
No. Nama Siswa Jumlah Nilai
1. M. Aprianoor 36,55
2. Yossi Pramayshella Permata 36,50
3. Herman Taufik 36,25
4. Sita Rizky Mardia 36,20

Kamis, 02 Juni 2011

ACARA KHATAMAN AL QUR'AN ANGKATAN 2010/2011

Ini Adalah acara yang setiap tahun di adakan di SMP Negeri 15 Banjarmasin untuk setiap angkatan, yaiatu acara khtaman Alqur’an, alhamdulilah untuk tahun ini juga di selenggarakan dengan lancar. Terlihat pada gambar di bawah:65IMG_00021
   4  2
3

Rabu, 01 Juni 2011

ACARA PERPISAHAN SISWA ANGKATAN 2010/2011

Acara perpisahan kelas 9 tahun pelajaran 2010/2011 kali ini di meriahkan di pelataran depan Sekolah, acara berjalan dengan tertib, aman dan lancar...dimana di acara perpisahan ini sempat datang Bapak Pengawas Pembina SMP (Bpk. H. Husdi, M. Pd) dan juga memberikan beberapa kata sambutan yang membangun semangat para pelajar di SMPN 15 Banjarmasin.

Adapun rentetan galarynya bisa kita bersama >>>>>

b (13) b (15)b (14)

Beberapa kata sambutan dari kiri ke kanan:

Sambutan Kep.Sek (Drs. Tri MEi Riyadi, MM), Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin (Drs. H. Husdi, M. Pd), Ketua Komite SMPN 15 Bjm (H. Sukeri)

b (52)  b (70)

Para siswa sedang melakukan kontes seninya

 

 

b (37)b (11)

 

 

Mudah-mudahan alumnus angkatan   2010/2011 dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi serta dapat mengukirkan prestasi yang lebih gemilang….semoga……sukses for all…..